From:
Basukih
Kepada yang terhormat
Tim Experd
Saya ingin bertanya mengenai suatu istilah di dalam dunia kerja yang mana sering saya dengar, namun saya tidak mengerti artinya yaitu istilah ``OFFICE POLITIC``
Saya mohon penjelasan dan contohnya mengenai istilah tersebut.
Demikianlah dan saya mengucapkan terima kasih sebelumnya.
by: Sylvina Savitri, EXPERD CONSULTANT
Dear Pak Basukih,
Dalam dunia kerja, setiap karyawan tentunya punya target pencapaian yang telah ditetapkan maupun juga target karir individu yang ditetapkan bagi dirinya pribadi. Dalam pencapaian target, baik target unit kerja maupun target karir pribadi inilah politik kantor berperan. Politik kantor berhubungan dengan upaya seseorang untuk memperoleh jabatan yang strategis dan "berpengaruh". Dulu, politik kantor berarti usaha untuk memperoleh jabatan dengan menghalalkan segala cara.
Namun, tentu saja hal ini tidak benar. Sebagai karyawan kita memang perlu mengupayakan berbagai cara yang tepat namun profesional sehingga target karir dan target pekerjaan ini tercapai, dengan cara-cara yang profesional tentunya.
Karena berkonotasi negatif, maka umumnya karyawan malas terlibat dalam politik kantor. Tidak terlibat dalam politik kantor memang merupakan sikap paling aman. Namun faktanya justru orang-orang yang aktif berpolitiklah yang mempunyai peluang besar duduk di kursi empuk jabatan puncak perusahaan. Menurut Carol A. Turkington dalam bukunya ``Reflections for Working Women``, satu-satunya cara untuk sukses dalam karier adalah memahami politik kantor, tahu arahnya dan ikut memainkannya
Yang harus dilakukan untuk memulainya:
- Buka mata, buka telinga lebar2 untuk memahami apa yang menjadi ’hukum rimba’nya kantor kita. Kenali siapakah pemegang POWER di perusahaan, baik formal maupun informal. Pahami Apa saja yang menjadi DO’s & DONT’s dalam bersikap, berperilaku. Gunanya adalah agar kita lebih waspada dan dapat menjaga diri, mengatur tindakan.
- Kembangkan network dan buka jalur komunikasi, terutama dengan orang-orang penting yang punya akses ke pengambilan keputusan, misalnya pada saat meeting maupun adlam kegiatan informal. Lakukan secara wajar agar tidak dianggap cari muka atau menjilat oleh rekan lainnya
- Dahulukan kepentingan organisasi dan upayakan kerjasama yang menguntungkan atau win-win solution dalam setiap langkah. Hasilnya positif juga bagi organisasi maupun dirinya. Hindari sepak terjang politik negatif yang bersikap win-lose solution dan mendahulukan kepentingan pribadinya dibandingkan kepentingan organisasi